SELAMAT DATANG CALON PESERTA DIDIK TAHUN PELAJARAN 2019/2020 KAMI TELAH BUKA PENDAFTARAN MULAI 10 NOVEMBER 2018

Oleh-oleh dari Jepang

Aldi Ferdiyan | Rabu, 12 November 2014 | 11:06 WIB

Share Tweet Google+



Sesuai dengan visi SMA Islam PB. Soedirman Kota Bekasi : Sebagai sekolah Islam Unggul Berwawasan Global dan Berkarakter Nasional. Dengann target bahwa lulusan SMA Soedirman harus memiliki keimanan dan keislaman yang kuat, unggul dalam pretasi akademik dan non akademik serta siap bersaing di dunia internasional, dengan tetap mempertahankan nilai nilai budaya Indonesia. Target tersebut diwujudkan melalui kegiatan campus visit, home stay dan sister school di luar negeri. Kegiatan tersebut dilaksanakan tiap tahun ke Jepang, ke Malaysia, Singapura, Bangkok, Umrah Pelajar dan dalam proses perencanaan ke Eropa dan Australia.

Salah satunya adalah kegiatan Home Stay di Jepang yang diikuti oleh 16 siswa awal April yang lalu. Kegiatan ini dapat berjalan atas kerjasama dan bantuan dari LABO Jepang dan Youth Exchage Indonesia. Home Stay di Jepang ini merupakan kegiatan tahunan di SMA Soedirman yang memiliki tujuan:

  1. Menambah wawasan dan jaringan internasional bagi sekolah dan para siswa;
  2. Menambah pengalaman dan pengetahuan tentang negara-negara sahabat khususnya Jepang sebagai salah satu tujuan kegiatan kami;
  3. Mempelajari bahasa dan budaya Jepang serta mengenalkan bahasa dan budaya Indonesian agar bisa saling memahami dan menghargai budaya masing-masing;
  4. Mempererat persaudaraan antar pelajar Indonesia dan pelajaran Jepang untuk membangun kerjasama di masa mendatang;
  5. Menjajagi kesepatan untuk bisa kuliah di perguruan tinggi di Jepang;
  6. Menikmati pemandangan dan objek-objek wisata di Jepang.

Sebelum berangkat dilatih untuk melakukan proses untuk pergi keluar negeri seperti proses membuat Pasport, Visa, dan menyiapakan segala sesuatu yang diperlukan. Mereka di ajarkan budaya dan bahasa sehari-hari untuk komunikasi di Negara tujuan di samping bahasa Inggris. Yang tak kalah pentingnya pembekalan akidah dan muamalah musyafir, seperti adab-adab diperjalanan, cara memilih makanan halal, cara ibadah di pesawat/kendaraan , cara tayamum dan cara menjama dan menqashar sholat.

Adapun anak anak tinggal di Jepang selama 9 hari yang dibagi menjadi 3 kegiatan utama, pertama mereka diajak belajar bahasa dan budaya jepang baik di kelas maupun di luar kelas sambil city tour dan kunjungan ke tempat bersejarah, Kedua mereka diajak city tour dengan menggunakan transfortasi kereta api untuk shoping, city tour dan campus visit, Ketiga masing-masing siswa disebar ke rumah penduduk (Host family) untuk tinggal bersama selama tiga hari, yang biasanya satu hari di bawa ke tempat rekreasi di Jepang oleh orang tua angkatnya.Kemudian kembali ke Tokyo tinggal di Olympic Cetre Hotel dan jalan-jalan ke tempat terkenal di Jepang untuk rekreasi remaja misalnya Disneysea. Terakhir berkumpul di LABO untuk perpisahan dan atraksi budaya nasional dan pemberian sertifikat. Adapun Kegiatan selama di Jepang sebagai berikut:

Hari

Rancangan Kegiatan Pagi

Rancangan Kegiatan

1

Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta

 

2

Tiba di Jepang (Narita Airport)

Ke penginapan – JF Language Institute

Orientasi Perkenalan, Salam dan Bahasa di Kelas

 

Menginap di Olympic Center

3

 

Kelas Bahasa dan Budaya Jepang Belanja, Restaurant, Budaya Jepang,dll

Explore Tokyo: Harajuku, Museum Edo-Asakusa

Menginap di Olympic Center

4

 

Kelas Bahasa dan Budaya Jepang

Shodo-Kaligrafi

Ghibli Museum

Kunjungan ke Universitas

Menginap di Olympic Center

5

Kelas Bahasa Jepang

Bahasa untuk homestay

Tatap muka dengan Host Family-Homestay

6

Homestay

Jalan-jalan dengan keluarga Host Family

Tinggal di rumah orang Jepang dan terlibat dalam kegiatan mereka

7

Jalan-jalan dengan keluarga Host Family

Di ajak jalan-jal ke tempat wisata di jepang oleh keluarga tempat tinggal mereka

8

Tokyo Disneysea

Menginap di Olympic Center

9

Kembali ke Indonesia

Tiba di Jakarta pukul 17:35

 

Rombongan di Universitas Waseda Tokyo

 

Dari hasil wawancara dengan anak umumnya mereka senang tinggal bersama orang Jepang dimana mereka orang Jepang umumnya ramah, toleran, dan care terhadap orang asing, mereka pekerja keras dan disiplin. Sehingga terkadang anak-anak agak keteteran untuk mengikuti gaya Jepang, akan tetapi mereka hanya mengejar dunia saja sehingga sedikit sekali mereka yang taat beragama, agama dianggap sebagai budaya saja. Oleh karenannya sangat toleran dan memberikan kesempatan pada siswa-siswa Soedirman untuk melaksanakan ibadah sholat. DI Jepang tidak ada larangan untuk menjalankan aturan agama yang diyakini wargannya selama tidak mengganggu kepentingan warga lain. Jenis makanan dan pola makan mereka sangat sehat (tayyib), tetapi tentunya tidak dijamin kehalalannya. Tapi mereka umumnya banyak mengkonsumsi ikan, sayur-sayuran, jamur yang dalam keadaan mentah, mereka tidak terlalu membudaya untuk makan babi, tetapi hati-hati banyak makanan yang diolah dengan menggunakan minyak babi. Bila mereka tahu tamunya tidak memakan babi, mereka sengaja tidak menggunakan minyak babi dan memakan dagingnya. Ketika anak-anak ditanya apa yang sulit didapatkan di Jepang? Mereka menjawab ada dua katanya yang sulit dicari di Jepang yaitu sampah dan jam karet, karena begitu bersihnya tempat-tempat di sana dan selalu tepat waktu.

Kami berkesempatan sholat di Masjid Agung di Tokyo dan Islami Cetre, disaming berkunjung ke tempat shoping, tempat rekreasi alam dan modern. Kami sempat berbincang-bincang dengan iman masjid tentang perkembangan Islam di Jepang.

 

Perkembangan Islam di Jepang

Dr ZakariaZiyad, kepala Lembaga Kaum Muslimin (LKM), di Jepang mengungkapkan, Islamic Center yang terletak di ibukota Jepang, Tokyo tengah merintis pendirian sekolah Islam pertamadiJepang. Iamenambahkan, sebagian data statistikmenunjukkan, dalamsehari, sekitar 10 WN Jepangmasuk Islam. Dalam wawancaranya dengan suratkabar ‘Khaleej’ yang terbitdiEmirat, Ziyad, mengatakan, saat ini telah dibeli sebidang tanah didekat MasjidTerbesar di Tokyo. Rencananya akan didirikan sebuah sekolah di areal tersebut. Ziyad, yang mengajar sebagai dosen di Tokyo University dan juga ketua Ikatan Mahasiswa Muslim (IMM) di Jepang menyiratkan, kaum Muslimin di Jepang selalu ragu-ragu untuk membangun masjid. Akibatnya, diseantero Jepang baru ada sekitar 50 buah masjid saja yang harus melayani ribuan kaum Muslimin.Padahal, konstitusi Jepang menyatakan tidak ikut campur dalam permasalahan keyakinan agama.

Sebagian WN pribumi Jepang yang masuk Islam di luar negaranya kembali ke sana menyebarkan Islam. Jumlah kaum Muslimin dari WN pribumi Jepang ada sekitar 100.000 ribu orang. Sedangkan kaum Muslimin non WN asli Jepang dari kalangan pendatang yang tinggal di Jepang mencapai 150.000 orang Muslim. Sedangkan mengenai aktifitas LKM dan IMM di sana, Zakaria mengatakan, lembaga itu didirikan untuk mengurusi permasalahan kaum Muslimin di Jepang. Sedangkan IMM didirikan tahun 1960 dengan tujuan memperhatikan para mahasiswa Muslim yang belajar di Jepang. Menurut PEW Research menyebutkan jumlah Muslim di Jepang mencapai 183 ribu. Belum pernah terjadi, ada seorang Muslim yang mengalami kesulitan atau masalah, baik ia seorang WN pribumi Jepang maupun warga pendatang. Ia menyiratkan, pemerintah dan rakyat Jepang memberikan kaum Muslimin kebebasan total dalam menjalankan syiar agama mereka. Ia juga mengatakan, Islam masuk ke Jepang sudah sejak 200 tahun lalu melalui para pedagang Muslim.

Tahun 1945, Jepang terlibat perang Dunia Kedua. penyerangan Jepang atas pelabuhan Pearl Harbour di Amerika telah membuat pemerintah Amerika memutuskan untuk menjatuhkan bom atom pertama kali dalam sebuah peperangan. Dan Jepang pun kalah. Dua kotanya, Nagasaki dan Hiroshima dibom Atom oleh Amerika. Saat itu, kota Kobe juga tidak ketinggalan menerima serangan pengeboman lewat udara walau tidak dengan sejenis bom Atom seperti Nagasaki dan Hiroshima . Boleh dibilang Kobe juga menjadi rata dengan tanah. Allahu akbar ternyata Masjid Kobe tetap kokoh berdiri, hanya retak di bagian tembok dindingnya dan masjid sempat jadi tempat pengungsian . Kekokohan Masjid Kobe diuji lagi dengan Gempa Bumi paling dahsyat tahun 1995. Tepatnya pada pukul 05.46 Selasa, 17 Januari 1995. Gempa ini sebenarnya bukan hanya menimpa Kobe saja, tapi juga kawasan sekitarnya seperti South Hyogo, Hyogo-ken Nanbu dan lainnya.

 




    Komentar

    comments powered by Disqus