SELAMAT DATANG CALON PESERTA DIDIK TAHUN PELAJARAN 2019/2020 KAMI TELAH BUKA PENDAFTARAN MULAI 10 NOVEMBER 2018

Lima Kemampuan (Karakter) Untuk Memenangkan Persaingan di Abad 21

Dr. Ir. H. Kusnaedi, M.M. | Kamis, 19 Januari 2017 | 17:14 WIB

Share Tweet Google+



Penulis : Dr. Ir. H. Kusnaedi, M.M.

 

Hampir dua warsa kita hidup di abad 21, banyak hal kita saksikan kejutan-kejutan atau kejadian yang begitu cepat  yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dunia semakin kecil dengan adanya teknologi tranformasi yang cepat, informasi begitu cepat bisa kita akses dari seluruh penjuru dunia dengan hanya menggunkan kotak kecil (HP. Laptop) yang relatif murah dan bisa kemana-mana. Dengan internet informasi apapun akan dapat diakses oleh siapun dan dimanapun. Perubahan gaya gidup ini bisa positif atau bisa berdampak negatif. Mungkin dari dipandang dengan kasap mata manusia  terlihat sejahtera dan makmur, dengan berdirinya gedung-gedung tinggi, inpra struktur yang serba modern dan serba mudah. Tapi pernah apa demikian adanya, apakah kita pernah membayangkan bagaimana dasyat dampak dari perubahaN-perubahan ini bagi manusia, baik jangka pendek ataupun  jangka penjang.

Pesatnya perkembangan teknologi informasi merupakan salah satu ciri utama perkembangan global di abad 21. Siap atau tidak siap, suka atau tidak suka hal itu merupakan realitas yang harus dihadapi. Perubahan yang terjadi dalam era global ini tentu akan menimbulkan masalah baru, peluang baru dan tantangan baru yang harus dihadapi. Permasalahannya bagaimana agar kita bisa siap dan bertahan dalam era global yang penuh persaingan dan tantangan. Dengan demikian  sangat penting bangsa ini membuat orientasi baru dalam pembentukan manusia yang siap dan mampu menghadapi tantangan global atau SDM berkarakter global.

 Dalam rangka memepersiapkan karakter manusia global, tentu harus memahami perubahan-perubahan apa yang terjadi dlam era global ini. Dengan demikian akan bisa menentukan tuntutan SDM seperti apa yang diperlukan dalam menghadapi masalah dan tantangan di era global, baik secara individual, maupun secara kolektif.  Menurut Marquardt (1996) memasuki abad ke-21 ada empat kecenderungan perubahan yang akan mempengaruhi pola-pola kehidupan yaitu :

1). Perubahan lingkungan ekonomi, social, pengetahuan dan teknologi.

2). Perubahan dalam lingkungan, ekonomi, social dan budaya.

3). Perubahan dan harapan pelanggan.

4). Perubahan para pekerja.

Sedangkan tantangan yang harus dihadapi oleh kita pada abad 21 ini  menurut Robert B. Tucker (2001) adanya sepuluh tantangan di abad 21 yaitu :

1). Kecepatan (Speed),

2). Kenyamanan (Convinience),

3). Gelombang generasi (Age Wave),

4). Pilihan (Choice),

5). Ragam gaya hidup (Life style),

6). Kompetisi harga (Discounting),

7). Pertambahan nilai (Value added),

8). Pelayanan pelanggan (Customer service),

9). Teknologi sebagai andalan (Techno age),

10). Jaminan mutu (Quality control/Quality insurance).

 

Perubahan-perubahan dalam teknologi, gaya hidup, geoekonomi, geo sosial dan geo politik pada abad  21 akan merubah paradigma baru dalam kehidupan. Khususnya dalam bidang pekerjaan menurut Philip S. Jarvis (2002), ada delapan perubahan paradigma ini yang harus kita hadapi sebagai berikut:

1.    Pekerjaan didefenisikan berdasarkan skill dan value yang dimiliki, bukan berdasarkan pada kedudukan, jabatan atau kategori.

2.    Tempat kerja orang tidak membutuhkan “kantor secara  fisik” untuk menjalankan pekerjaan/profesinya atau virtual space akan menjadi trend  orang melakukan pekerjaan atau bisnis

3.    Tolak ukur kesuksesan karir. adalah kenaikan skill atau value yang dimiliki,  sementara ini, tolak ukur yang kerap dipakai adalah kenaikan jabatan.

4.    Kontrak & Fee. Kedepan, adalah system emploimen yang didasarkan pada kontrak, kesepakatan dan pembayaran fee, bukan semata-mata harus ada gaji bulanan, bonus bulanan, atau menjadi karyawan tetap dengan jam masuk keluar yang tetap.

5.    Orientasi kerja yang muncul adalah personal freedom and control (Career security), yang berubah kebergantungan yang terlalu besar pada pekerjaan dan perusahaan.

6.    Loyalitas yang muncul adalah loyalitas pada profesi atau pekerjaan, yang berubah dari loyalitas pada perusahaan, kantor dan organisasi.

7.    Identitas seseorang itu akan terkait dengan kontribusi yang sanggup diberikan pada pekerjaan/profesi, keluarga, masyarakat klien atau pelanggan, berubah dari indentitas itu terkait dengan kontribusi seseorang pada, posisi, okupasi, atasan atau bos.

8.    Hubungan kerja hubungan kerja itu bisa berbentuk tim, mitra usaha atau vendor. Sementara ini, yang berubah dari  hubungan dalam bentuk atasan atau bawahan atau pimpinan-karyawan.

 

Pertama yang harus kita siapkan dalam menghadapi era global adalah perubahan pola pikir (mindset). 

Brian Tracy (2007) mengemukakan 7 lanngkah strategis dan orientasi berpikir menuju performance yang tinggi untuk memiliki daya saing yang tinggi :

1.       Berpikir tentang masa depan

2.       Berpikir tentang sasaran anda

3.       Berpikir tentang kesempurnaan

4.       Berpikir tentang solusi

5.       Berpikir tentang hasil

6.       Berpikir tentang pertumbuhan

7.       Berpikir untuk bertindak

Menurut penulis karakter SDM global menyakut lima kemampuan yang diperlukan oleh seseorang dalam menyikapi persaingan persaingan global.  Kelima kemampuan tersebut adalah kemampuan mengelola informasi, kemampuan menghadapi tatangan, kemampuan menyelesaikan masalah, kemampuan memanfaatkan peluang dan kemampuan menyikapi masalah, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Kemampuan mengelola informasi  
  • Kemampuan memilah informasi
  • Kemampuan memanfaatkan informasi
  • Kemampuan berkomunikasi  dengan  bahasa internasional
  • Memilikin etika berkomunikasi
  • Kemampuan komunikasi digital
  • Kemampuan menangkap informasi
  • Santun dalam berkomusikasi

 

  1. Kemampuan menghadapi tantangan
  • Berani menanggung resiko
  • Siap menghadapi tantangan
  • Sabar
  • Pantang menyerah
  • Tidak mengeluh
  • Kerja keras
  • Kerja cerdas
  • Kemampuan mengidentifikasi tatatangan
  • Kemampuan membuat strategi menhadapi tantangan
  • Memiliki kemampuan teknis  untuk mengahadapi tantangan

 

  1. Kemampuan menyelesesaikan masalah
  • Kemampuan merumuskan  masalah
  • Kemampuan memilah masalah
  • Kemampuan mencari solusi penyelesaian masalah
  • Bertanggung jawab  terhadap masalah yang dihadapi
  • Peduli
  • Berani menghadapi masalah
  • Kemampuan merubah maslah menjadi peluang
  • Memiliki keterampilan dalam bidangnya untuk menyelesaikan  masalah

 

  1. Kemampuan memanfaatkan peluang
  • Kemampuan mengidetifikasi  peluang
  • Kemampuan membuat peluang
  • Kemampuan memanfaatkan peluang
  • Kreatif mengelola peluang

 

  1. Kemampuan menyikapi perubahan
  • Kemampuan mengiidentifikasi perubahan
  • Kemampuan merespon perubahan
  • Kemampuan membuat antisipasi terjadinya perubahan
  • Kesiapan berubah ke arah positif
  • Kemampuan mencegah perubahan  ke arah negatif
  • Kemampuan teknis bidangnya dalam menyikapi perubahan
  • Bisa bekerja dimana saja dengan kondisi, lokasi dan situasi yang berbeda
  • Dapat berkerjasama secara tim dengan siapapun dalam lingkungan multikurtural
  • Kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

 

 

Gambar  1.  Lima Kemapuan Dasar untuk Memenangkan Persaingan Abad 21.

 

 

Referensi

Dale Carnege Training. 2009. The 5 Essential People Skills and Shcuster.

Heller R. 1998. Motivating People. Dorling Kindersley Limited. London

Klaus, P. 2007. The Hard Truth about Soft Skills. Harper Collins Publisher. New York.

Mackey, Sue dan Laura Tonlin. 2005. Living Well, Working Smart; Soft Skills for Succes. Book Publiser Network. Bothel, WA.

Nasution, A.H., 2006. Creative Thinking. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Neff, TJ dan J.M. Citrin. 2001.Lesson from The Top. Doubleday Business. New York.

Prijosaksono, A. M. Marlan. 2005. The Power of Transformation. Penerbit Elex Media Komputindo. Jakarta.

Prijosaksono, A., dan P. Hartono. 2002. Make Yourself A Leader. Penerbit Elex Media Komputindo. Jakarta.

Putra, I.S. dan Pratiwi A. 2005. Sukses dengan Soft Skills. Direktorat Pendidikan ITB. Bandung.

Quilliam, S. 2003, Positive Thinking. Dorling Kindersley Limited. London.

Samani, M. 2007. Menggagas Pendidikan Bermakna. Penerbit SIC. Surabaya.

Saila, Illa. 2009. Soft Skills dalam student Center Learning                                                                 

Suhardjono, 2002. Pengantar Pembelajaran Efektif. Lembaga Penerbitan Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Wello, M. Basri, dkk.2009. Cerdas Soft Skills. Badouse Media. Jakarta.

--------------------------------.2009. Soft Skills; Panduan Bagi Bidan Perawat. Badouse Media. Jakarta.

--------------------------------.2010. Soft Skills untuk Pendidik. Badouse Media. Jakarta.


    Artikel Sekolah

    Komentar

    comments powered by Disqus